![]() |
| Pegawai PLN Melakukan Photo Bersama Dengan Penerima Manfaat Program "Light Up The Dream" PT. PLN UP3 Bangkinang. |
Kampar - Di tengah perayaan Idul Fitri 1447 H yang identik dengan terang dan kemeriahan, masih ada warga yang selama ini hidup tanpa listrik. Di Kampar dan Rokan Hulu, 10 keluarga baru merasakan aliran listrik setelah PT PLN (Persero) UP3 Bangkinang menyambungkannya melalui program Light Up The Dream.
Program Light Up The Dream, yang bersumber dari donasi pegawai PLN, menyasar keluarga kurang mampu yang selama ini bergantung pada penerangan terbatas, seperti lampu minyak. Kondisi itu bukan hanya membuat aktivitas malam hari terhambat, tetapi juga membatasi akses pendidikan dan peluang ekonomi.
Manager PLN UP3 Bangkinang, Doni Hernandi, mengatakan program ini lahir dari kepedulian internal pegawai terhadap kondisi tersebut.
“Masih ada masyarakat yang belum menikmati listrik secara layak. Di momen Idul Fitri, kami ingin berbagi kebahagiaan yang paling mendasar—terang bagi kehidupan mereka,” ujarnya.
Bagi Tuslimah, warga Desa Kampung Baru, Pulau Jambu, Kabupaten Kampar, listrik menghadirkan perubahan sederhana yang selama ini dinantikan.
“Sekarang kalau malam sudah tidak gelap lagi. Anak-anak juga lebih enak belajar di rumah,” katanya.
Hal serupa dirasakan Anwar Ulam di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. Ia mengaku kehadiran listrik sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Dulu kalau malam aktivitas terbatas. Sekarang sudah lebih mudah, apalagi untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Kehadiran listrik ini menjadi bukti nyata peran PLN dalam menjangkau masyarakat hingga ke lapisan terbawah. Melalui program Light Up The Dream, PLN UP3 Bangkinang tidak hanya menghadirkan sambungan listrik, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Idul Fitri kali ini pun terasa berbeda. Bagi para penerima manfaat, terang yang hadir bukan sekadar cahaya, tetapi juga awal dari kehidupan yang lebih baik.
