![]() |
| Bupati Kampar, Ahmad Yuzar Melakukan Campakan Jala Pertama Menandai Dibukanya Lubuk Larangan. |
Kampar - Campakan Jala pertama oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar jadi penandai dibukanya Tradisi Mancokou Ikan di Lubuk Larangan Sungai Subayang, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri. (05/09)
Menariknya, jala pertama yang dilempar Bupati Kampar bersama Ninik Mamak Kenegerian Tanjung Belit langsung membuahkan hasil. Seekor ikan baung berhasil didapatkan, menjadi tanda dimulainya panen ikan di Lubuk Larangan setelah masyarakat bersama-sama menjaga kawasan sungai selama satu tahun.
“Alhamdulillah, tangkapan pertama ini mendapatkan ikan baung,” ujar Bupati Kampar Ahmad Yuzar penuh syukur.
Bupati mengatakan, kegiatan Mancokau Ikan di Lubuk Larangan Tanjung Belit merupakan tradisi yang sangat luar biasa. Tidak hanya menjadi momentum masyarakat menikmati hasil dari sungai, tetapi juga mencerminkan hubungan yang harmonis antara manusia, adat dan alam.
“Kegiatan ini sungguh luar biasa. Kita beradaptasi langsung, menyatu dan bersahabat dengan alam,” kata Ahmad Yuzar usai ikut langsung turun ke Sungai Subayang.
Menurutnya, keberhasilan masyarakat mendapatkan hasil tangkapan ikan merupakan bukti nyata bahwa alam akan memberikan manfaat apabila dijaga dan dilestarikan dengan baik.
“Kepedulian kita semua untuk menjaga alam sangat penting. Selama satu tahun kita tidak menangkap ikan. Setelah sampai masanya, ikan baru kita tangkap dan panen bersama-sama,” jelasnya.
Campakan jala tersebut didampingi oleh Ninik Mamak Kenegerian Tanjung Belit, di antaranya Datuok Godang Refri Zarman, Dt. Dubalang Setio dan Dt. Singo (Ujang), Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Perikanan Zulfahmi serta Kepala Baznas Kabupaten Kampar turut menaiki sampan atau piaw (dalam bahasa setempat).
Keberhasilan masyarakat mendapatkan hasil tangkapan ikan merupakan bukti nyata bahwa alam akan memberikan manfaat apabila dijaga dan dilestarikan dengan baik. (Adv)
