Kampar - Udara Kabupaten Kampar memasuki kategori tidak sehat yang akan mengancam aktivitas siswa, Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno meminta pemerintah daerah mempertimbangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (06/10)
Eko menilai kondisi udara saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan sehingga keselamatan dan kesehatan peserta didik perlu menjadi perhatian utama pemerintah.
"Menurut indeks standar pencemaran udara itu sudah sangat berbahaya, Kami memandang pentingnya menjaga kesehatan siswa-siswi kita", Ucap Eko Sutrisno melalui media sosial pribadinya.
Menurut dia, Pemkab Kampar melalui Dinas Pendidikan perlu segera mempertimbangkan langkah antisipatif untuk mengurangi paparan udara buruk terhadap siswa, khususnya jika kondisi kualitas udara terus memburuk.
Eko meminta pemerintah daerah mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 20 Tahun 2026 terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
"Kami mengimbau Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar untuk mempertimbangkan Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 terkait pembelajaran jarak jauh," ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan pembelajaran tidak semata-mata harus mempertimbangkan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga kondisi kesehatan siswa.
Tak hanya itu saja, Eko juga berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan melihat kondisi cuaca saat ini.
"Mohon atensi Pemerintah Kabupaten Kampar dengan kondisi cuaca saat ini", Tutup Eko Sutrisno.
Berdasarkan pantauan sumber Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar, angka pencemaran udara terpantau mencapai 380 pada pukul 11.30 WIB.

