Kampar – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok. Setelah berhasil menyelesaikan proses pengecoran lantai dua, kini pembangunan memasuki tahapan berikutnya, yakni pembuatan tiang penyangga, pembangunan gudang, yang selanjutnya akan diteruskan dengan pengerjaan rangka serta pemasangan atap bangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Persukuan Melayu Dt. Majolelo Pulau Belimbing Kuok, Damanhuri Dt. Majolelo, di sela-sela kegiatan gotong royong pembangunan Balai Adat, Jumat pagi (2/7).
Menurut Damanhuri, pembangunan Balai Adat merupakan cita-cita bersama seluruh anak kemanakan sebagai pusat pelestarian adat, budaya Melayu, sekaligus tempat bermusyawarah dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.
"Alhamdulillah, setelah pengecoran lantai dua selesai, pembangunan langsung kita lanjutkan dengan pekerjaan tiang dan fasilitas pendukung lainnya. Tahap berikutnya akan kita kerjakan rangka bangunan hingga pemasangan atap. Kami akan terus menggesa pembangunan ini agar dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh anak kemanakan," ujar Damanhuri.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Balai Adat hingga saat ini tetap mengedepankan semangat gotong royong yang melibatkan perangkat persukuan, tokoh adat, masyarakat, serta para anak kemanakan. Kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang selama ini diimpikan.
"Alhamdulillah, pembangunan ini terus berjalan berkat semangat gotong royong. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh donatur, perangkat persukuan, tokoh masyarakat, serta anak kemanakan yang terus memberikan perhatian, tenaga, pikiran maupun bantuan material demi kelancaran pembangunan Balai Adat ini," ungkapnya.
Damanhuri juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Desa, masyarakat sekitar, serta berbagai persukuan lain yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga proses pembangunan dapat terus berlangsung dengan baik.
Menurutnya, Balai Adat bukan hanya menjadi milik Persukuan Melayu Dt. Majolelo semata, namun juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah desa, para tokoh adat, masyarakat, dan persukuan lainnya menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menyelesaikan pembangunan Balai Adat ini," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Damanhuri juga menyampaikan rasa syukur atas adanya hibah lahan yang diberikan sehingga kawasan Balai Adat kini memiliki areal yang lebih luas dan representatif.
"Atas nama seluruh anak kemanakan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah menghibahkan lahannya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan kemurahan hati tersebut dengan pahala yang berlipat ganda. Dengan bertambahnya luas lahan, Balai Adat ini nantinya akan lebih nyaman dan mampu menampung berbagai kegiatan adat maupun kemasyarakatan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Balai Adat, Khairul, mengatakan bahwa panitia hingga saat ini terus melakukan penggalangan dana dari para donatur, perantau, serta anak kemanakan yang berada di berbagai daerah.
Menurutnya, partisipasi masyarakat terus mengalir baik dalam bentuk bantuan dana, material bangunan maupun tenaga kerja, sehingga pembangunan dapat berjalan secara bertahap sesuai kemampuan yang dimiliki.
"Alhamdulillah, bantuan dari para donatur terus berdatangan, baik berupa uang tunai maupun material bangunan. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi panitia untuk terus melanjutkan pembangunan hingga selesai. Kami berharap kepedulian seluruh anak kemanakan dan masyarakat tetap terjaga sehingga cita-cita memiliki Balai Adat yang representatif dapat segera terwujud," kata Khairul.
Pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo Pulau Belimbing Kuok diharapkan nantinya menjadi pusat kegiatan adat, musyawarah, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, serta wadah mempererat persatuan dan kekeluargaan seluruh anak kemanakan. Semangat gotong royong yang terus dipertahankan menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan adat istiadat masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kuok.
