Kampar - Ikuti zoom meeting bersama kementerian dalam negeri, Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, sampaikan sejumlah permasalahan strategis yang dihadapi daerah, termasuk pengelolaan komoditas pengelolaan kelapa sawit. (29/04)
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Kampar masih belum memiliki pabrik pengolahan sawit dalam skala besar yang mampu menampung dan mengelola hasil produksi masyarakat secara optimal.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun investor agar dapat menghadirkan pabrik besar pengolahan sawit di Kabupaten Kampar, Hal ini dinilai penting guna meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar memiliki potensi yang sangat besar. Namun, kami masih menghadapi kendala dalam hal pengelolaan dan pengolahan hasil sawit,” ujar Bupati.
Kegiatan yang digelar di ruang Command Center lantai II Kantor Bupati Kampar ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E, dan diikuti oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap adanya solusi konkret dari pemerintah pusat dalam menjawab berbagai tantangan di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah yang lebih efektif. (Adv)
