Kampar - Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno sekaligus Dewan Kehormatan SOIna Kampar apresiasi pencapaian perolahan Dua Medali Emas oleh Atlit Kabupaten Kampar di pesta Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, ia yakin prestasi ini menjadi awal bagi pencapaian yang lebih besar kedepannya. (17/10)
Dua atlit membanggakan itu Yakni Fitra Ramadhan dan Muhammad Fadil, Mereka tidak hanya pulang membawa medali. Mereka pulang membawa cerita bahwa mimpi tetap bisa diraih, dengan cara apa pun.
Selama 14-18 Oktober 2026, di tengah persaingan atlet terbaik se-Indonesia, Fitra menunjukkan ketenangannya. Di nomor tunggal putra, ia bertarung hingga akhirnya mengibarkan bendera emas pertamanya.
Tak berhenti di situ. Ketika berpasangan dengan sahabatnya, Muhammad Fadil, kekompakan mereka di nomor ganda putra kembali menghasilkan emas kedua untuk Kontingen Riau.
Sementara Fadil, yang harus mengakui keunggulan lawan di tunggal, tetap menutup perjuangannya dengan gagah. Sebuah medali perunggu ia genggam erat sebagai bukti ia tidak menyerah.
Total, dua emas dan satu perunggu mereka persembahkan untuk Riau. Lebih dari itu, mereka persembahkan untuk Kampar.
Prestasi ini terasa istimewa. Bagi atlet Special Olympics, setiap pukulan shuttlecock bukan hanya soal teknik, tapi soal keberanian untuk percaya diri, untuk tampil, untuk didengar.
Dewan Kehormatan SOIna Kampar, Eko Sutrisno, yang memantau perjuangan mereka dari jauh pun tak bisa menyembunyikan haru.
"Fitra dan Fadil ini anak-anak kita. Mereka berangkat membawa nama Kampar, pulang membawa kebanggaan. Ini bukti kalau mereka diberi kesempatan dan dibina, potensinya luar biasa," ujar Eko.
"Kami berharap prestasi ini menjadi awal bagi pencapaian yang lebih besar kedepannya, pembinaan atlit harus terus diperhatikan agar anak-anak kita memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensinya, agar dapat membawa nama Kabupaten Kampar dalam segala bidang", Tutup Eko Sutrisno.
Kini, dari lapangan bulutangkis di Kupang, Fitra dan Fadil telah menulis babak baru. Bukan hanya tentang kemenangan, tapi tentang harapan bagi banyak anak istimewa lainnya di Kampar bahwa mereka pun bisa bersinar.
