-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan


Suarakan Keresahan Masyarakat, Pemuda Sungai Manasib dan Polsek Bangko Pusako Siap Bersinergi Berantas Kejahatan

| Rabu, Januari 28, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-28T13:43:14Z

BANGKO PUSAKO - Keresahan pemuda dan masyarakat Sungai Manasib terhadap maraknya pencurian sawit, penadah sawit curian, serta peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, menjadi perhatian luas setelah spanduk aspirasi warga viral di media sosial. Spanduk tersebut mencerminkan kegelisahan kolektif masyarakat yang merasa keamanan kampung semakin terancam oleh berbagai tindak kriminal.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemuda dan perwakilan masyarakat Sungai Manasib menginisiasi pertemuan bersama Kapolsek Bangko Pusako, Bahagia Ginting dan jajaran di Kantor Polsek Bangko Pusako pada Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus komitmen bersama untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan itu, pemuda Sungai Manasib Zakaria Selaku Ketua Karang Taruna secara tegas menyampaikan keprihatinan atas kondisi keamanan kampung yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Mereka menekankan bahwa pencurian sawit dan peredaran narkoba telah berdampak langsung pada ekonomi warga serta masa depan generasi muda.

“Kami, pemuda dan masyarakat Sungai Manasib, sudah cukup resah. Pencurian sawit terus terjadi dan narkoba mulai merusak generasi kami. Spanduk yang kami pasang adalah bentuk kepedulian, bukan provokasi,” ujar Ketua Karang Taruna Sungai Manasib, Zakaria.
Spanduk Viral di Sosial Media 

Bersamaan dengan itu, Yuliandri juga menegaskan kesiapan pemuda untuk terlibat aktif menjaga keamanan lingkungan serta mendukung aparat penegak hukum melalui pemberian informasi yang dibutuhkan.

“Kami siap mendukung kepolisian dengan memberikan informasi yang kami ketahui. Kami ingin menjadi bagian dari solusi agar kampung kami kembali aman dan tertib,” ungkap Yuliandri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolsek Bangko Pusako Bahagia Ginting menyambut baik inisiatif pemuda dan masyarakat Sungai Manasib. Ia menilai keberanian warga menyuarakan keresahan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Peran pemuda dan masyarakat sangat penting. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama dan informasi dari masyarakat,” kata Bahagia Ginting.

Pertemuan ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemuda, masyarakat, dan aparat kepolisian dalam upaya menekan angka kejahatan, khususnya pencurian sawit dan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Sungai Manasib.

Pemuda dan masyarakat berharap komitmen bersama ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan berkelanjutan, sehingga Sungai Manasib kembali menjadi kampung yang aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman kejahatan.(Lang)