-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan


Materi Lengkap Bioflok Hingga Pembuatan Pakan Mandiri, PHR Siapkan Warga Jadi Pembudidaya Handal

| Minggu, November 30, 2025 WIB | Last Updated 2025-11-30T14:46:35Z


ROKAN HILIR — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan Perikanan Riau kembali melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat. Bertempat di Aula Kantor Kepenghuluan Sungai Manasib, PHR menggelar pelatihan Teknis Budidaya Bioflok, Penguatan Kelembagaan, serta Pembuatan Pakan Mandiri, Sabtu (29/11/2025).


Pelatihan ini dipimpin oleh narasumber teknis Slamet Mahidi, S.Pd yang memberikan penjelasan mengenai pengelolaan air pada sistem bioflok, pengendalian penyakit, manajemen kolam lele, serta teknik pembuatan pakan mandiri berbahan sederhana namun berkualitas. Materi kelembagaan diberikan untuk memperkuat manajemen kelompok dan memastikan usaha budidaya dapat berjalan lebih profesional.


CID PHR Daian dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. 


“Melalui program pemberdayaan ini, kami ingin masyarakat Sungai Manasib semakin siap mengembangkan budidaya lele dengan metode yang lebih efisien," katanya.


"Harapan kami, ilmu yang diterapkan hari ini dapat langsung digunakan oleh BUMDes dan Pokdakan serta masyarakat setempat,” ujarnya.


Datuk Penghulu Sungai Manasib, Sukri, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan yang diberikan PHR sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang kini tengah mengembangkan budidaya ikan lele sebagai salah satu sumber ekonomi. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PHR yang selalu hadir mendampingi masyarakat. Pelatihan ini bukan hanya menambah ilmu, tetapi memberikan kepercayaan diri bagi warga untuk mengelola budidaya lele dengan cara yang lebih modern,” katanya. 


“Ini langkah besar bagi kemajuan desa kami.”imbuhnya.


Materi pelatihan disampaikan secara interaktif. Sesi teknis bioflok menjadi bagian paling menarik, mengingat metode tersebut mulai diterapkan oleh pembudidaya di Rokan Hilir. Peserta belajar mengenai pentingnya aerasi, pengendalian amonia, dan teknik fermentasi mikroorganisme untuk menjaga kualitas air. Sistem bioflok disebut mampu mempercepat pertumbuhan lele serta meningkatkan tingkat kelulushidupan ikan.


Pada sesi pembuatan pakan mandiri, peserta diperlihatkan cara mencampur bahan lokal seperti dedak halus, tepung ikan, dan vitamin tambahan menjadi pakan berprotein tinggi. Metode ini dinilai mampu menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan utama pembudidaya ikan.


Salah satu peserta, Ardi, dari Pokdakan Sungai Manasib, mengaku pelatihan ini menjawab banyak kendala yang selama ini mereka hadapi. 


“Kami sering mengalami masalah kualitas air dan biaya pakan yang tinggi. Setelah pelatihan ini, saya paham bagaimana mengelola air bioflok dan membuat pakan sendiri. Ini sangat membantu kami agar usaha lele bisa lebih hemat dan lebih terarah,” ungkapnya.


Selain itu, sesi penguatan kelembagaan juga mendapat perhatian khusus. Narasumber menjelaskan bagaimana pentingnya struktur organisasi dan perencanaan usaha agar Pokdakan dan BUMDes dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan manajemen kelembagaan yang kuat, usaha budidaya lele diharapkan tidak hanya menjadi usaha sampingan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber ekonomi yang lebih stabil.


CID PHR Daian juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.


“Ini bukan kegiatan sekali selesai. PHR akan terus memonitor, berkomunikasi, dan mendukung setiap perkembangan yang dilakukan masyarakat. Kami ingin Sungai Manasib menjadi contoh desa yang maju melalui sektor perikanan,” terangnya.


Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara peserta dan pihak PHR. Banyak peserta menyatakan siap menerapkan ilmu yang diterima pada kolam-kolam lele mereka dalam waktu dekat.


Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Sungai Manasib diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya lele, memperkuat kelembagaan kelompok, serta mengoptimalkan penggunaan pakan mandiri sebagai solusi efisiensi biaya. Program ini menjadi salah satu langkah nyata PHR dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.(Lang)