ROKAN HILIR — Pengurus BUMDes Nasib Maju Bosamo Kepenghuluan Sungai Manasib terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola lembaga desa. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan mereka pada Pelatihan Manajemen Keuangan Kelompok yang diselenggarakan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan Perikanan Riau – Community Involvement and Development (CID). Kegiatan berlangsung di Kantor Kepenghuluan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir, Ahad (30/11/2025).
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Eko Saputra yang memaparkan strategi pengelolaan keuangan kelompok secara sederhana namun sistematis, mulai dari pencatatan kas, pemisahan dana, penyusunan laporan, hingga perencanaan anggaran berbasis kegiatan.
Dalam sambutannya, perwakilan CID PHR, Daian, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok agar mampu mengelola usaha secara profesional.
“PHR berkomitmen mendampingi masyarakat bukan hanya dalam penyediaan sarana, tetapi juga pada aspek penguatan kemampuan. Manajemen keuangan adalah dasar penting agar kelompok atau BUMDes dapat tumbuh sehat, dipercaya, dan mampu mengembangkan unit usahanya,” katanya.
Datuk Penghulu Bangko Jaya turut mengapresiasi langkah PHR yang terus konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik pelatihan ini. Banyak kelompok di desa yang sudah memiliki kegiatan produktif, tetapi terkendala pada pencatatan dan laporan keuangan. Kehadiran PHR membawa manfaat besar bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Eko Saputra, menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pencatatan keuangan kelompok.
“Keuangan itu bukan hanya soal uang masuk dan keluar, tetapi juga soal tanggung jawab dan kepercayaan. Kelompok yang rapi administrasinya akan lebih mudah berkembang dan dipercaya oleh banyak pihak,” jelasnya.
Pengurus BUMDes Nasib Maju Bosamo yang hadir sebagai peserta mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan, terlebih BUMDes saat ini tengah mengelola dan memperluas unit usaha budidaya ikan lele di Kepenghuluan Sungai Manasib.
Direktur BUMDes, Samriono, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi momen penting untuk memperkuat tata kelola internal.
“Saat ini kolam budidaya lele kami ada 12 yang aktif. Bahkan kami sedang membangun 12 kolam baru untuk pengembangan usaha. Tentu administrasi keuangan harus semakin rapi. Pelatihan ini memberi kami pemahaman baru tentang bagaimana menyusun laporan, mengatur arus kas, dan merencanakan keuangan BUMDes secara lebih profesional,” ujarnya.
Pengurus lainnya juga menambahkan bahwa metode penyampaian yang interaktif sangat memudahkan peserta memahami materi.
“Simulasinya sangat membantu. Kami bisa langsung belajar pencatatan, jadi lebih paham cara membuat laporan” ungkap salah satu peserta.
Pelatihan berlangsung dinamis dan diikuti antusias oleh peserta dari beberapa perwakilan kelompok masyarakat. Seluruh peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar kemampuan kelompok semakin kuat dan berdampak langsung bagi perkembangan ekonomi desa.
Melalui Program Pemberdayaan Perikanan Riau, PHR menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Pelatihan manajemen keuangan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kelompok yang transparan, akuntabel, dan mampu berkembang secara mandiri. (Lang)
