gtag('config', 'G-NTGKKTRYW5'); Harga Kian Anjlok, Pemda Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat -->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan


Harga Kian Anjlok, Pemda Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

| Senin, Februari 27, 2023 WIB | Last Updated 2023-02-27T11:33:55Z

Lelang : Proses Pelelangan Oleh Petani Karet Kepada Pengepul atau Agen Yang Akan Membawa Bokar Ke Perusahaan.

KAMPAR - Walau karet sering diterpa isu gejolak tentang harga kian anjlok dan membuat petani menjerit, namun dengan hal itu pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan hasil produksi guna meningkatkan kesejahteraan petani. (27/02)


"Kita selalu berupaya meningkatkan hasil karet di Kampar, kita membantu dongkrak produksi karet dengan cara membentuk kelompok-kelompok usaha bersama dalam pemasaran karet di daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani karet", pungkas Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Syahrizal melalui Kepala Bidang Usaha Tani Nuraini. 


Dikatakan Nuraini, dengan adanya kelompok bersama ini, harga karet di petani tidak terlalu mengalami penurunan dari harga pabrik.


"Kelompok bersama petani karet ini sudah banyak melakukan berbagai cara penjualan, ada yang langsung menjual ke pabrik dan ada pula yang langsung dijemput oleh pihak pabrik ke pasar petani yang dikelola oleh kelompok bersama tersebut", ungkap Nuraini.


Hingga saat ini, Nuraini mengatakan bahwa kelompok bersama yang berada di XIII Koto Kampar menggelar lelang harga karet secara langsung.


"Disitulah mereka langsung melakukan negosiasi dengan pihak pabrik agar mendapatkan harga yang lebih baik," ujarnya.


Lebih lanjut Nuraini menyebut, biasanya disana itu ada sekitar 13 ton perminggu, tetapi karena cuaca yang tidak menentu beberapa waktu ini di Kampar, sehingga produksi karet menurun, hanya 7-8 ton perminggunya dengan harga mencapai 9.500 sampai 9.800 tergantung kualitas Bahan Olahan Karet (Bokar).


Nuraini menuturkan bahwa Petani karet di Kampar di tahun 2022 sudah mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) RI melalui kelompok bersama.


"Bantuan tersebut yaitu bantu pasca panen karet, seperti pisau sadap, talang sadap, mangkok, ring, serta cairan pembeku lateks. Terdapat 9 kelompok yang sudah mendapat cairan pembeku lateks dari Ditjenbun," ungkapnya.


Adapun 9 kelompok tersebut adalah KUB Karet Mandiri Desa Pulau Sarak, KUB Sarikat Jaya Desa Sungai Jalau, KUB Karet Lestari Desa Koto Tibun, KUB Prima Tani Desa Pulau Rambai, Kelompok Tani Imbo Bonca Desa Koto Tuo Barat, Kelompok Tani Sungai Putih Karet Jaya Desa Tanjung Berulak, KUD Semangat Basamo Desa Sungai Tonang, KUD Tunas Harapan Desa Naga Beralih, serta KUD Berkah 1 Desa Pongkai Istiqomah.


"Bantuan yang diberikan dimaksudkan untuk memacu semangat pekebun agar pengolahan pascapanen karet (lateks) menjadi lebih berkualitas sesuai standar nasional," tutup Nuraini.(Jri)