Kampar - Upayakan pencarian korban yang terjatuh di Jembatan Rantau Berangin semaksimal mungkin, Basarnas kembali melibatkan penghobi drone lokal untuk memantau dari udara, kemungkinan korban mengapung atau tersangkut. (07/08)
Hal itu disampaikan oleh Dantim Basarnas Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Arie, menyampaikan kemungkinan tubuh korban telah mengapung jika tidak tersangkut.
"Ini merupakan pencarian di hari keempat kemungkinan tubuh korban telah mengapung oleh karena itu dari kemarin kita telah melibatkan penghobi drone setempat untuk melakukan pemantauan udara", Pungkas Ari.
Pada hari keempat ini, Tim pencarian melibatkan Tiga drone guna penyisiran di sepanjang bibir dan aliran sungai kampar guna memantau titik yang tidak terjangkau.
"Hari ini kita melibatkan sebanyak Tiga Drone dengan fokus pencarian di bibir sungai sepanjang aliran sungai kampar, dari TKP hingga pulau belimbing dengan radius Sembilan Kilometer, drone juga untuk memantau kemungkinan korban tersangkut di tepi sungai yang tidak terjangkau," Ucapnya.
Dari sepanjang pemcarian, Tim Gabungan menilai ada sejumlah titik yang dicurigai korban berada di daerah itu akibat pusaran air, dan Napal yakni di sepanjang arus sungai Pulau Mati, Desa Pulau Terap hingga arus sungai sepanjang Desa Pulau Jambu.
Selain penghobi drone, Pencarian juga melibatkan berbagai unsur Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pekanbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, TNI/Polri, dan masyarakat.
