Kampar - Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani antarkan harapan pendidikan di daerah Tertinggal dengan menyusuri sungai Kampar Kiri karena tidak adanya akses darat. (09/08)
Dengan medan yang tidak mudah dan perjalanan yang cukup panjang, rombongan tetap melangkah menuju pelosok untuk membawa pesan penting: setiap anak Kabupaten Kampar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Kehadiran Bunda PAUD Kampar menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Tidak hanya menyampaikan program dan bantuan, Tengku Nurheryani turun langsung melihat kondisi pendidikan anak usia dini di lapangan, berdialog dengan masyarakat, kepala desa serta para guru PAUD yang selama ini dengan penuh dedikasi memberikan pembelajaran kepada anak-anak di wilayah terpencil.
"Ini bentuk perhatian dan kepedulian kita terhadap pembangunan pondasi sumber daya manusia Kabupaten Kampar yang dimulai dari prasekolah dasar,” ujar Tengku Nurheryani.
Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fase fundamental dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, kemandirian, kecerdasan serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
"Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di wilayah 3T untuk kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak", Tegas Tengku Nurheryani.
Tiga desa Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3 T) yang dikunjungi secara langsung oleh Bunda PAUD Kampar yakni Desa Muara Bio, Desa Gajah Bertalut dan Desa Terusan, serta menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis kepada Dua Desa yakni Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai.
Bantuan perlengkapan sekolah dan APE tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini. (Adv)
