-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan


Hut Kampar, Sampai Kapan Hanya Seremoni Belaka ?

| Kamis, Februari 12, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-11T22:57:05Z


Hari ini Kabupaten Kampar kembali merayakan hari jadinya. Spanduk terbentang, panggung berdiri megah, pidato dilantangkan penuh optimisme. Namun izinkan saya bertanya dengan jujur dan lantang: apa yang benar-benar berubah untuk rakyat Kampar?


Sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau yang lahir dan besar dari tanah Kampar, saya tidak ingin hanya menyampaikan ucapan selamat yang manis di bibir. Saya ingin menyampaikan suara kegelisahan masyarakat — suara anak muda yang setiap hari melihat realitas yang jauh dari slogan pembangunan.


Bupati dan Wakil Bupati yang kami hormati, setiap tahun kita mendengar visi besar, janji percepatan pembangunan, komitmen peningkatan kesejahteraan. Namun di lapangan, infrastruktur masih banyak yang terbengkalai, akses ekonomi masyarakat belum merata, pengangguran pemuda belum tertangani serius, dan ruang partisipasi anak muda masih sekadar formalitas.


Kampar bukan hanya tentang seremoni ulang tahun. Kampar adalah tentang petani yang masih kesulitan pupuk, tentang jalan desa yang belum layak, tentang generasi muda yang harus keluar daerah untuk mencari peluang karena di kampungnya sendiri tidak tersedia ruang tumbuh.


Ironis rasanya ketika slogan “Kampar dihati” atau “Kampar Maju” digaungkan, tetapi denyut kemajuan itu belum benar-benar terasa hingga ke akar rumput. Jangan sampai perayaan hari jadi hanya menjadi panggung simbolik yang miskin evaluasi dan minim keberanian untuk mengakui kekurangan.


Kami, generasi muda Kampar, tidak butuh pidato yang panjang. Kami butuh kebijakan yang berani. Kami tidak butuh baliho pencitraan. Kami butuh transparansi anggaran. Kami tidak butuh seremoni yang mewah. Kami butuh prioritas yang jelas dan berpihak.


Ulang tahun seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar perayaan. Momentum untuk bertanya:


Sudahkah kebijakan benar-benar menyentuh rakyat kecil?


Sudahkah tata kelola pemerintahan bersih dan transparan?


Sudahkah pemuda Kampar dilibatkan sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek kampanye?



Jika jawabannya belum, maka hari jadi ini seharusnya menjadi alarm, bukan tepuk tangan.


Kami tidak sedang menyerang pribadi. Kami sedang mengingatkan tanggung jawab. Jabatan adalah amanah, bukan kebanggaan semata. Sejarah akan mencatat bukan seberapa sering panggung didirikan, tetapi seberapa nyata perubahan diwujudkan.


Kampar memiliki potensi besar: sumber daya alam, budaya, dan generasi muda yang kritis. Namun potensi tanpa keberanian reformasi kebijakan hanya akan menjadi cerita yang terus diulang setiap tahun saat ulang tahun tiba.


Selamat Hari Jadi Kabupaten Kampar, Semoga tahun ini bukan hanya bertambah usia, tetapi benar-benar bertambah kemajuan.

Karena kami, anak-anak Kampar, tidak ingin mewarisi slogan, Kami ingin mewarisi perubahan nyata.