gtag('config', 'G-NTGKKTRYW5'); DPRD Kampar Desak Pengusutan Pencemaran -->
×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan


DPRD Kampar Desak Pengusutan Pencemaran

| Senin, Mei 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-25T12:39:13Z




Kampar - Adanya indikasi pencemaran lingkungan yang mengakibatkan Puluhan ton ikan mati di sepanjang aliran Sungai Kàmpar Kanan, Wakil Ketua DPRD Kampar, Sunardi DS mendesak pengusutan secara tuntas. (18/05)


Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari sungai.


“Ini bukan sekadar peristiwa biasa, tetapi indikasi kuat adanya pencemaran yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujar Sunardi.


Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kampar 2 meliputi Tapung, Tapung Hulu, dan Tapung Hilir, ia menegaskan bahwa jika terbukti ada keterlibatan perusahaan, maka hal tersebut merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.


Ia pun menyampaikan sejumlah tuntutan tegas, di antaranya mendesak pengusutan secara tuntas dan transparan oleh Dinas Lingkungan Hidup bersama aparat penegak hukum, serta meminta penindakan tegas tanpa kompromi jika ditemukan pelanggaran.


Selain itu, DPRD juga menuntut adanya ganti rugi kepada masyarakat terdampak, khususnya para nelayan yang kehilangan mata pencaharian, serta kewajiban pemulihan lingkungan hingga kondisi sungai kembali normal.


“Pemerintah daerah juga harus berani mengevaluasi, bahkan mencabut izin usaha jika ditemukan pelanggaran berat,” tegasnya.


Sementara itu, seorang warga Desa Kota Aman yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kematian ikan diduga berkaitan dengan limbah dari salah satu anak perusahaan Sinar Mas. Limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas penumbangan kelapa sawit yang tengah berlangsung.


“Sejak Selasa minggu lalu, kami sudah tidak bisa lagi menangkap ikan karena hampir tidak ada ikan di sungai,” ujarnya.


Ia menambahkan, dampak kejadian ini sangat merugikan masyarakat, keramba milik warga dilaporkan mengalami kematian ikan secara massal. (Adv)